https://www.youtube.com/watch?v=Q9b4Hfk37lQ
Inovasi Pandu Bidan Selamat (Pelayanan Antenatal Terpadu Buat Ibu dan Anak Sehat dan Selamat) merupakan upaya untuk mempersiapkan calon ibu agar benar-benar siap untuk hamil, melahirkan dan menjaga agar lingkungan sekitar mampu melindungi bayi dari infeksi. Dokter dan bidan m
ampu melaksanakan ANC yang berkualitas serta melakukan deteksi dini (skrining), menegakkan diagnosa, melakukan tatalaksana kasus dan rujukan sehingga dapat berkontribusi dalam upaya penurunan kematian maternal (AKI) dan neonatal.
Kegiatan yang sudah dilakukan dalam Pandu Bidan Selamat adalah:
a. Analisa dan identifikasi masalah Kesehatan Ibu dan Anak melalui SMD, MMD, data PISPK dan Capaian Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
b. Advokasi lintas program dan lintas sektor : Puskesmas, Kecamatan, Tim Penggerak PKK, Kader Kesehatan, Polsek, KUA, Sekolah, Jejaring UPT Puskesmas, Organisasi Profesi, Organisasi Pemuda dan Babinkantibmas dalam pertemuan Lintas Sektor
c. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam Tim Pandu Bidan Selamat
d. Penyelenggaraan Kelas Ibu hamil dan Pemeriksaan Antenatal Terpadu sesuai standar 10 T di kelas ibu hamil termasuk pemeriksaan Laboratorium
e. Pemantapan P4k dengan pertemuan koordinasi penguatan P4K dan pembentukan forum peduli KIA dalam mendukung P4
f. Peningkatan kualitas sarana diagnostik berupa USG
g. Kelas Ibu Hamil Sekecamatan Meral Dalam “GERIMI
S” yaitu “Gerakan Ibu Hamil Sehat” menjadikan Ibu Hamil dan Janin Sehat dan Cerdas dengan melibatkan Kecamatan, Tim Penggerak PKK, Organisasi Profesi dan nara sumber ahli
h. Siap Jemput Dan Antar Dengan Kader Online (Si Jako) dalam Menunjang Pelayanan ibu hamil yang tidak bisa hadir pada saat kelas karena suami sedang bekerja
i. Pencatatan dan Pelaporan
j. Monitaring dan Evaluasi
Keberhasilan Program
Setelah dilakukan kegiatan Inovasi Pandu Bidan Selamat dapat memberikan dampak/manfaat signifikan kepada ibu hamil dan lingkungan yaitu:
a. Meningkatkan pelayanan antenatal yang komprehensif da
n berkualitas sesuai standar yang diberikan kepada semua ibu hamil dari 88,1% pada tahun 2020 menjadi 92,5 % di tahun 2022
b. Peningkatan capaian triple eleminasi dari 43,1% (tahun 2020) menjadi 68,6% di Tahun 2022
c. Peningkatan Capaian Kelas Ibu Hamil dari 24,7% (tahun 2020) menjadi 64,1% di Tahun 2022
d. Penurunan AKI dari 3 per 1000 Kelahiran Hidup menjadi 1 per 1000 KH dan Penurunan AKB dari 6 per 100.000 KH menjadi
e. Pelayanan kehamilan melalui Antenatal Care Terpadu yang dilengkapi dengan pemeriksaan dokter dan Ultrasonografi (USG)
f. Peran lintas program dan lintas sektor semakin baik dengan adanya forum peduli kesehatan ibu dan anak
g. Mendekatkan akses pelayanan Antenatal sesuai standar kepada ibu hamil
h. Menambah wawasan dan pengetahuan ibu hamil dengan a
danya narasumber pada setiap kegiatan Kelas Ibu Hamil












